Description

sebuah cerita yang dituliskan dari sisi imajinasi. sebuah fiksi.
the stories which are written from an imagination. a fiction
Uno Historia

Senin, 19 September 2011

Historia #2

"Halooooo, Solaaaa!! Sola Christian!!," ucap Keanu sambil melambaikan tangannya kepada Sola.
Sola masih tetap terdiam, dia seakan bingung dengan apa yang dia lihat.
"Heh, mas mas, lo kenapa? Kok kaya abis ngelihat Cinderella aja? Haloooo!," Keanu masih mencoba menyadarkan Sola yang terdiam.
"Apaan sih lo? Lo kira gue apaan disadar - sadarin gitu, gue masih sadar nih," jawab Sola tersadar sambil berlalu meninggalkan Keanu.
"Lah, nih bocah malah ninggalin," "Woy, jangan tinggalin gue!," kejar Keanu.
Sola melangkah keluar tapi masih tetap memikirkan cewek yang tadi dia lihat. Dia kini mencoba mencari cewek tersebut di luar toko buku, dan.
"Itu dia," Sola menemukan cewek tersebut, "Tapi itu ga mungkin dia," Sola berkata dalam hati, dan langsung mengejar cewek itu.
Beberapa langkah lagi Sola menghampiri cewek tersebut,
"Hei,"
"Astaga!, apa - apaan sih lo?,"
"Lo yang apa - apaan, ngapain lo ninggalin gue di toko buku?,"
Keanu menarik tangan Sola, sebelum dia berhasil menyapa cewek yang dari tadi membuat dia penasaran.
"Lo Ken, ahhh lo," kesal Keanu, "Hilang kan!,"
"Apaan sih yang hilang?," tanya Keanu.
"Ahh lo!," Sola kesal, "Ayo balik sekarang deh!,"
"Nih orang kenapa sih?," tanya Keanu dalam hati, "Yaudah ayo balik," jawab Keanu merespon Sola.
***
"Itu ga mungkin dia! dia udah ga ada!," Sola bersikeras dalam hatinya.
***
Jakarta 5 Januari 2008

"Sola, aku punya sesuatu buat kamu, nih,"
"Apa nih?,"
"Buka aja,"
Seuntai dogtag silver
"Christy, ini buat apa?,"
"Buat kamu lah Sola, ini kamu pakai ya!," Christy tersenyum sambil mengalungkan dogtag itu ke leher Sola.
"Kok kebalik sih? Kok malah kamu yang kasih aku kalung?,"
"Ngga apa  - apa, aku cuma mau kasih kamu ini aja, coba deh baca ada tulisannya!,"
"SC?,"
"Sola, Christy," ucap Christy.
"Hahaha, kamu bisa aja ya," jawab Sola sambil mengecup kening Christy.
Christy tiba - tiba terdiam, dia menitikkan air mata.
"Christy?, Kok nangis?," tanya Sola melihat Christy menangis
Christy hanya diam, dia memeluk Sola, dan tetap menangis.
"Kamu kenapa?," tanya Sola pelan.
Christy melepas pelukannya, dia menatap wajah Sola dalam - dalam sambil meneteskan air mata. Christy masih tetap diam, Sola pun hanya bisa terdiam dan mencoba untuk bertanya lagi.
"Kamu kenap," ucapan Sola terpotong.
"Aku sayang kamu, maafin aku," Christy berkata itu dan kemudian dia berlari meninggalkan Sola.
Sola mencoba mengejar Christy, dia bingung dengan kelakuan Christy seperti ini.
"Christy!," Sola berteriak, dan tetap mengejar.
Christy tetap dalam langkah cepatnya, dia terus berlari menuju ke rumahnya, dan langsung masuk ke mobil yang ternyata sudah menunggu di depan rumah.
"Christy! Christy!," Sola berteriak sesaat dia melihat Christy masuk ke dalam mobil.
Mobil yang membawa Christy pun meninggalkan Sola yang hanya bisa terengah - engah sambil melihat mobil Christy yang semakin menjauh.
"Semoga kamu baca kertas yang aku sembunyiin di kantong jaket kamu ya," bisik Sola pelan.
**
Di dalam mobil Christy masih terisak meninggalkan Sola.
"Kenapa sih kita harus pindah pa?,"
"Sayang, kamu harus ngerti dong, mama kamu di Bandung kan sendiri, kita di Jakarta kan karena kebutuhan sekolah kamu, sekarang kamu udah lulus SMA, kamu lanjutin kuliah di Bandung, kamu juga kan udah diterima di PTN di Bandung,"
"Tapi kan harusnya papa kasihtau aku dulu sebelumnya kalau kita bakal pindah ke lagi ke rumah di Bandung!, seengganya aku siap ninggalin Sola," Christy masih terisak.
Papa Christy hanya terdiam melihat anak putri tersayangnya menangis karena harus meninggalkan Sola.
"Nak, kamu harus ngerti,"
"Iya, iya aku ngerti! Udah biarin aja, nanti juga aku lupa sendiri," potong Christy sebelum papanya menyelesaikan kalimatnya.
Suasana di mobil pun hening, hingga Christy pun memasukkan tangannya ke kantong jaketnya.
"Apa nih?," ketika Christy memegang selembar kertas, "Kertas?, kapan adanya?,"

baby I love you, love you love you so much
since i found that love is you
(Love Is You - CherryBelle)
lagu kesukaan kita ini kan?
terus part yang kamu suka, bagian itu kan?
hehehe, aku inget kan. ;)

Sekarang aku cuma mau kamu tahu
Aku Sayang Kamu
Christy Saurania Venoela
Love
Sola Christian

Setelah membaca surat itu, Christy hanya tersenyum  membaca surat itu, dia kembali memasukkan kertas itu ke dalam kantongnya.
"Sola ya?," tanya papa Christy
Christy hanya mengangguk dengan senyum yang terukir di wajahnya
"Duaarrr!!,"
"Aaaaaaa!! Papa!! Paaaaaaa," teriak Christy
Ban belakang mobil Christy pecah, mobil yang melaju cepat di jalan tol itu terbalik

To Be Continue

Sabtu, 17 September 2011

Historia #1

Siang itu panas sekali, ketika seorang cowok menunggu di depan kampusnya dengan gelisah. Cowok itu dari tadi bolak - balik di depan pintu utama kampus swasta kenamaan di daerah Jakarta. Sudah hampir 4 kali dia bolak - balik di depan pintu utama kampus itu sambil sesekali sibuk dengan blackberry di tangannya, seakan dia menunggu telepon, bbm, sms, atau semacamnya dari smart phonenya itu.
"Brakk!!," cowok tadi ditabrak seorang cewek yang sedang berjalan melewati pintu utama kampus, dan buku - buku yang ada di pelukannya pun terjatuh.
"Sorry," ucap si cowok sambil membantu mengambil beberapa buku cewek yang terjatuh itu.
"Ma, ma, maaf kak, terima kasih," balas si cewek tersebut mengucapkan terima kasih sambil terbata - bata.
"Okay, gak apa - apa kok, ehmm mahasiswi baru ya? Kok kayanya baru lihat ya di kampus ini," tanya cowok tersebut.
"I, i, iya kak, aku maba disini," jawab cewek tersebut kaku.
"Oh, sip deh, lain kali hati - hati ya, ehm ngomong - ngomong aku," tiba - tiba kalimat cowok itu terpotong ketika ada suara yang memanggilnya.
"Solaaaa! Solaaaa! woy sini!," suara itu memanggil si cowok.
"Oh okay, sorry ya, aku pergi cabut duluan ya, udah ada yang manggil tuh. Oh ya, ada sesuatu tuh di atas buku yang kamu bawa," kata si cowok itu dengan tersenyum sambil berlari meninggalkan cewek menuju ke temannya yang tadi memanggilnya. Cewek tersebut hanya mengangguk, sambil tetap memperhatikan si cowok yang tadi dia tabrak, yang kini sedang terlihat mengobrol dengan temannya, akrab. setelah itu dia memperhatikan buku yang dia bawa.
"Hah? Sejak kapan ada kertas ini?," tanya dia dalam hati.
Sola Christian
Hai Salam Kenal ;)
***
"Lo kemana aja Ken? Lama bener di kelas," tanya Sola.
"Sorry, sorry lo tau kan Pak Hendra. Apa - apaan ngejelasin tentang processor aja lama banget, sesuatu banget kayanya," jawab Keanu.
"Makanya, udah tau cita - cita lo pengen jadi pemain sepakbola ternama, main di Real Madrid, mau nyaingin CR, bukannya masuk SSB, malah nyasar ke kampus lo!,"
"Mau gimana lagi? Abis kalo masuk sekolah bola ga mungkin ada cewek yang bisa dilirik kan, adanya cowok semua,"
"Emang dah, otak lo! Ga jauh - jauh dari cewek," jawab Sola sambil mendorong Keanu.
"Ehh ngomong - ngomong tadi siapa tuh cewe yang ngobrol sama lo di pintu depan? Kok lo ga ngenalin ke gue? Wahh, lo udah mulai nyari penggantinya Jessi ya?," goda Keanu.
"Apaan sih? Makanya kalo udah janjian tuh ditepatin! ngomong ketemu di pintu depan, lo malah lewat pintu samping, atau jangan - jangan lo lewat pintu belakang ya? Biar bisa lewatin kelasnya Nisa, terus godain dia? Iya kan? Ngaku!," balas Sola menggoda.
"Kok lo malah jadi nyudutin gue sekarang? wooo! Ehh siapa tuh Sol jadinya, gebetan baru yaa? Cieee gebetan, Jessi dilupain deh,"
"Bawel lo ken, udah buruan deh ke parkiran, Fast Five mulai jam 4.20, Jessi takutnya udah nunggu di bioskop nih," kata Sola yang kini melihat ke arah jam tangan digitalnya yang menunjukkan angka 15.23.
"Masih inget Jessi toh? Hahahaha," goda Keanu sekali lagi sambil berlari ke parkiran, diikuti Sola yang mengejarnya.
***
Di dalam mobil Jazz yang kini sedang melaju, dua sahabat itu Sola dan Keanu kini sedang berdebat lagi.
"Ehh, Sol, jadi itu siapa?," tanya Keanu.
"Siapa yang siapa?," Sola bertanya balik.
"Cewek tadi!,"
"Cewek mana? Yang tadi kita lirik pas lampu merah? Atau yang tadi ngelirik kita di depan kampus pas tadi pagi? Kalau yang lo maksud itu mereka, gue beneran deh ngga tau, seriusan Ken," jawab Sola sambil menunjukkan jari tengah dan jari telunjuk tanda suer, sembari tangan kanannya masih memegang steer mobil.
"Bukan, bukan yang itu, yang tadi ngobrol sama lo di depan kampus," timpal Keanu gregetan.
"Hah? Yang mana ya? Aduh, gue lupa nih, hahaha, want to know aja, hahaha," jawab Sola sambil tertawa.
"Sol, seriusan, itu siapa? Atau ngga, gue laporin Jessi ya!," ancam Keanu.
"Laporin aja, weekk," balas Sola sambil menjulurkan lidah.
"Yaudah, mana bb lo? gue mau laporin ke Jessi,"
"Astaga, lo mau laporan aja ngga modal Ken, pake hp lo aja lah, sms tuh Jessi!,"
"Ogah ahh, ngapain gue keluar pulsa buat ngurusin lo, penting abis,"
"Hahahaha, sabar ya abangku, hahahaha, sabar aja dah punya adek kaya gue,"
"Kapan gue punya adek kaya lo? Ogah dah," jawab Keanu yang kesal karena pertanyaannya tidak mendapat jawaban, dan akhirnya dia kini mencari saluran radio favoritnya.
***
"Buruan napa Ken!, ga usah gaya - gayaan napa, buruan deh, udah jam 4 nih," ujar Sola kepada Keanu.
"Yaelah, mesti ganteng Sol, kalo ke mall mah,"
"Udah buru!," Sola menarik Keanu yang masih tetap sibuk dengan hoody putihnya. Kedua sahabat itupun masuk ke dalam mall, Sola segera mengeluarkan bbnya, dan mengetik,
Jess, km dimana? aku udah di lobby, ktmu dmna?
beberapa saat kemudian,
Sorry dear, aku ga bisa dateng, aku msh ada kelas, maaf ya, love you :'(
Tampak kekesalan di muka Sola ketika dia membaca bbm dari pacarnya tersebut, Jessi.
"Apa - apaan, gue udah kesini, dari tadi nungguin bbm, telepon, atau sms kek, kasihtau! Malah ga ada kabar, aarrgghhh," kesal Sola dalam hati, sambil memencet tombol merah bbnya yang kini menunjukkan layar wallpaper foto dirinya dengan Jessi.
"Ken, ayo ke grame," ucapan Sola terhenti ketika dia tidak mendapati Keanu di belakangnya.
"Kemana lagi nih bocah? Perkara deh,"
3 menit kemudian Keanu datang, dia langsung menghampiri Sola yang sedang berdiri menyandar di tembok.
"Ayo bro, gue siap nih,"
"Darimana lo?," tanya Sola.
"Dari kamar mandi lah, ngaca dulu,"
Sola hanya geleng - geleng kepala mendengar jawaban temannya itu.
"Yaudah ayo pergi sekarang, si Jessi bawa Anna kan?," tanya Keanu sambil tersenyum dengan nada berharap.
"Kagak, ga ada Anna," jawab Sola simple.
"Hah, Jessi ngga bawa Anna? Gue nyamuk dong ntar sama lo berdua,"
"Kagak, si Jessi ngebatalin acara nontonnya, jadi lo ngga bakal jadi nyamuk, tapi ya say bye - bye lah sama Anna,"
"Yahh," Keanu merespon dengan kecewa.
"Udah deh, kita udah disini kan, ke Gramedia yuk, gue mau nyari buku refrensi buat tugas nih,"
Sola dan Keanu pun akhirnya berjalan menuju ke toko buku. Di toko buku, Keanu hanya mengikuti Sola dengan langkah yang diseret karena kecewa dia tidak ketemu Anna, cewek yang dia suka. Sedangkan Sola sibuk mencari buku di beberapa bagian toko hingga akhirnya
"Brukk!!"
"Aduh, apa - apaan sih lo Sol, tiba - tiba berhenti," omel Keanu.
Sola tidak menggubris Keanu, kini dia terfokus pada satu orang, seorang cewek di bagian buku fiksi, di seberang tempat dia kini berdiri, cewek itu sedang membaca buku sample disitu. Sola pun langsung berpindah, dia langsung berjalan ke belakang rak buku, dan dari sana dia tetap mengintip dan memperhatikan cewek tersebut. Keanu yang masih terduduk pun heran atas tingkah sahabatnya, kini dia menghampiri Sola dan bertanya.
"Kenapa lo Sol?," belum selesai Keanu bertanya, dia sudah ditarik oleh Sola dan kini dia di belakang Sola. Sola menyuruh Keanu untuk diam dengan menaruh jari telunjuk di bibirnya.
"Kok dia ada disini?," tanya Sola dalam hati, sambil tetap memperhatikan cewek yang sedang pergi ke kasir membayar buku yang tadi dia baca samplenya.
"Kok dia? Kok bisa? Ga Mungkin!,"

To Be Continue