Sola masih tetap terdiam, dia seakan bingung dengan apa yang dia lihat.
"Heh, mas mas, lo kenapa? Kok kaya abis ngelihat Cinderella aja? Haloooo!," Keanu masih mencoba menyadarkan Sola yang terdiam.
"Apaan sih lo? Lo kira gue apaan disadar - sadarin gitu, gue masih sadar nih," jawab Sola tersadar sambil berlalu meninggalkan Keanu.
"Lah, nih bocah malah ninggalin," "Woy, jangan tinggalin gue!," kejar Keanu.
Sola melangkah keluar tapi masih tetap memikirkan cewek yang tadi dia lihat. Dia kini mencoba mencari cewek tersebut di luar toko buku, dan.
"Itu dia," Sola menemukan cewek tersebut, "Tapi itu ga mungkin dia," Sola berkata dalam hati, dan langsung mengejar cewek itu.
Beberapa langkah lagi Sola menghampiri cewek tersebut,
"Hei,"
"Astaga!, apa - apaan sih lo?,"
"Lo yang apa - apaan, ngapain lo ninggalin gue di toko buku?,"
Keanu menarik tangan Sola, sebelum dia berhasil menyapa cewek yang dari tadi membuat dia penasaran.
"Lo Ken, ahhh lo," kesal Keanu, "Hilang kan!,"
"Apaan sih yang hilang?," tanya Keanu.
"Ahh lo!," Sola kesal, "Ayo balik sekarang deh!,"
"Nih orang kenapa sih?," tanya Keanu dalam hati, "Yaudah ayo balik," jawab Keanu merespon Sola.
***
"Itu ga mungkin dia! dia udah ga ada!," Sola bersikeras dalam hatinya.
***
Jakarta 5 Januari 2008
"Sola, aku punya sesuatu buat kamu, nih,"
"Apa nih?,"
"Buka aja,"
Seuntai dogtag silver
"Christy, ini buat apa?,"
"Buat kamu lah Sola, ini kamu pakai ya!," Christy tersenyum sambil mengalungkan dogtag itu ke leher Sola.
"Kok kebalik sih? Kok malah kamu yang kasih aku kalung?,"
"Ngga apa - apa, aku cuma mau kasih kamu ini aja, coba deh baca ada tulisannya!,"
"SC?,"
"Sola, Christy," ucap Christy.
"Hahaha, kamu bisa aja ya," jawab Sola sambil mengecup kening Christy.
Christy tiba - tiba terdiam, dia menitikkan air mata.
"Christy?, Kok nangis?," tanya Sola melihat Christy menangis
Christy hanya diam, dia memeluk Sola, dan tetap menangis.
"Kamu kenapa?," tanya Sola pelan.
Christy melepas pelukannya, dia menatap wajah Sola dalam - dalam sambil meneteskan air mata. Christy masih tetap diam, Sola pun hanya bisa terdiam dan mencoba untuk bertanya lagi.
"Kamu kenap," ucapan Sola terpotong.
"Aku sayang kamu, maafin aku," Christy berkata itu dan kemudian dia berlari meninggalkan Sola.
Sola mencoba mengejar Christy, dia bingung dengan kelakuan Christy seperti ini.
"Christy!," Sola berteriak, dan tetap mengejar.
Christy tetap dalam langkah cepatnya, dia terus berlari menuju ke rumahnya, dan langsung masuk ke mobil yang ternyata sudah menunggu di depan rumah.
"Christy! Christy!," Sola berteriak sesaat dia melihat Christy masuk ke dalam mobil.
Mobil yang membawa Christy pun meninggalkan Sola yang hanya bisa terengah - engah sambil melihat mobil Christy yang semakin menjauh.
"Semoga kamu baca kertas yang aku sembunyiin di kantong jaket kamu ya," bisik Sola pelan.
**
Di dalam mobil Christy masih terisak meninggalkan Sola.
"Kenapa sih kita harus pindah pa?,"
"Sayang, kamu harus ngerti dong, mama kamu di Bandung kan sendiri, kita di Jakarta kan karena kebutuhan sekolah kamu, sekarang kamu udah lulus SMA, kamu lanjutin kuliah di Bandung, kamu juga kan udah diterima di PTN di Bandung,"
"Tapi kan harusnya papa kasihtau aku dulu sebelumnya kalau kita bakal pindah ke lagi ke rumah di Bandung!, seengganya aku siap ninggalin Sola," Christy masih terisak.
Papa Christy hanya terdiam melihat anak putri tersayangnya menangis karena harus meninggalkan Sola.
"Nak, kamu harus ngerti,"
"Iya, iya aku ngerti! Udah biarin aja, nanti juga aku lupa sendiri," potong Christy sebelum papanya menyelesaikan kalimatnya.
Suasana di mobil pun hening, hingga Christy pun memasukkan tangannya ke kantong jaketnya.
"Apa nih?," ketika Christy memegang selembar kertas, "Kertas?, kapan adanya?,"
baby I love you, love you love you so much
since i found that love is you
(Love Is You - CherryBelle)
lagu kesukaan kita ini kan?
terus part yang kamu suka, bagian itu kan?
hehehe, aku inget kan. ;)
Sekarang aku cuma mau kamu tahu
Aku Sayang Kamu
Christy Saurania Venoela
Love
Sola Christian
Setelah membaca surat itu, Christy hanya tersenyum membaca surat itu, dia kembali memasukkan kertas itu ke dalam kantongnya.
"Sola ya?," tanya papa Christy
Christy hanya mengangguk dengan senyum yang terukir di wajahnya
"Duaarrr!!,"
"Aaaaaaa!! Papa!! Paaaaaaa," teriak Christy
Ban belakang mobil Christy pecah, mobil yang melaju cepat di jalan tol itu terbalik
To Be Continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar